Langsung ke konten utama

Suka yang Pedes Pedes? Ini Dia 7 Makanan Pedas 2017 yang Paling Fenomenal!



          Suka kuliner berbumbu pedas dan tingkat toleransi yang tinggi terhadap rasa pedas sepertinya sudah menjadi identitas para warga Indonesia. Dengan banyaknya menu yang terbuat dari cabai atau diolah dengan berbagai jenis cabai pedas, kamu dapat mencari tahu seberapa kuatnya dirimu menahan rasa pedas. Belakangan ini, banyak sekali rumah makan serta warung makan yang menyajikan menu dengan rasa pedas yang bertingkat. Mulai dari rasa pedas yang biasa saja sampai hidangan yang menggunakan 100 buah cabai rawit! Apakah kamu siap untuk menantang diri sendiri dan juga orang terdekat? Yuk, simak 7 tempat makan yang menyajikan kuliner pedas paling fenomenal ini!

1. Seblak Jeletet Murni

          Makanan pedas berkuah asal Jawa Barat ini juga terkenal hingga ke Jakarta. Seblak Jeletet Murni yang ada di Pademangan ini banyak diantre pecinta pedas. Seblak dengan aneka isian ini semakin enak di padu dengan kuah pedas. Ada level 0 hingga 5. Huah, pedas!
2. Sate Taichan

          Sate Taichan semakin fenomenal saat banyaknya penjual sate ayam berlumur sambal ini diberbagai daerah. Potongan daging ayam yang dipanggang dengan sambal rawit semakin enak dinikmati bersama dengan perasan jeruk limau.

3. Mie Samyang

          Kepopuleran Samyang, mie instan Korea ini semakin menambah jajaran makanan pedas populer. Mie dengan bumbu berwarna merah semakin sedap dipadu dengan taburan wijen dan keju.

4. Bakso Boedjangan, Babeh Udin dan Bakso Mas Dino

          Selain Samyang, Bakso dengan isian sambal rawit juga bisa Anda temui di beberapa tempat. Sebut saja Bakso Boedjangan, Babeh Udin hingga Bakso Mas Dino.

5. Ayam Geprek Mas Eko dan Geprek Bensu

           Ayam digeprek yang dengan campuran sambal ini sangat populer di Jogja. Akan tetapi di Jakarta, kepopuleran ayam geprek ini juga tinggi dengan adanya beberapa warung ayam geprek seperti Ayam Geprek Mas Eko dan Geprek Bensu.

6. Warung Abang Adek 

          Menikmati indomie dengan sambal atau sambal dengan indomie? Bagi Anda penggemar ataupun gila sambal bisa cicip indomie goreng hingga 100 cabai rawit di warung Abang Adek!

7. Sop Janda Mpok Darmi

          Kalau yang ini namanya sop janda. Sop iga berkuah gurih dipadu dengan 'gelondongan' cabai rawit. Huah, pedas banget! Salah satu yang bisa Anda coba ada di Sop Janda Mpok Darmi di Bekasi.
sumber : klik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramalan-Ramalan Masa Depan yang Menjadi Kenyataan

Ada banyak nama untuk terkaan tentang masa depan seseorang, suatu negara atau sesuatu. Sebut aja nubuat, ramalan, prediksi atau wahyu sekali pun. Namun bedanya di sini, wahyu lebih bersifat surgawi atau pengetahuan yang datang dari Tuhan. Sementara ramalan, lebih bersifat manusiawi, karena bisa dibuat berdasarkan analisis, pengetahuan akal budi dan prediksi sebab-akibat. Atau ada juga yang memakai bantuan dari roh dunia. Ramalan tentang masa depan manusia dan dunia biasanya dilakukan oleh mereka yang disebut paranormal. Akan tetapi, sejarah mencatat ada juga kalangan non-paranormal yang ucapannya menjadi kenyataan. Entah ini kebetulan atau mereka benar-benar bisa melihat masa depan. Berikut ini lima ramalan masa depan dari orang biasa yang jadi kenyataan, seperti dilansir dari Wonder Lists, Senin (27/3/2017). 

Peminggiran dan Penggerusan Identitas Masyarakat Suku Tengger

Desantara Tengger, yang penduduknya dulu dikenal sebagai petani tradisional yang tangguh, yang ramah dan suka memuliakan tamu-tamu mereka, yang tidak mengenal kasta, ini telah sejak lama menjadi medan persaingan (kontestasi) yang kompleks antarberbagai kelompok dan kepentingan dalam bidang ekonomi dan agama—yang berpengaruh besar terhadap perubahan sosial-budaya masyarakat Suku Tengger. Awalnya adalah pembukaan wilayah Tengger pada akhir abad ke-17 sebagai sentra perkebunan yang luas, terutama di lereng bawah, oleh VOC Belanda. Cengkeh, kopi, kakao, tumbuh subur di sana, dan mendorong perpindahan penduduk dari luar Tengger. Robert Hefner, antropolog dari Boston University, penulis Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik, mencatat, mula-mula banyak warga Madura dan orang-orang Jawa bagian barat pindah mendiami wilayah Pegunungan Tengger di lereng bawah. Seiring makin derasnya arus migrasi, warga di lereng bawah yang rata-rata beragama Islam pun beranjak mendominasi da...