Langsung ke konten utama

Suku Asal Indonesia Ini Juga Paling Di Segani Di Luar Negeri, Bukan Hanya Suku Dayak

Keberagaman Indonesia memang paling terkenal di dunia, dari bahasa, adat, serta sukunya. Tidak heran, Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi satu juga).
Yang paling tersorot dunia adalah keberagaman sukunya, dan ternyata masyarakat luar negeri pun segan dengan 3 suku asli Indonesia ini. 3 suku ini terkenal dengan kekuatan supranaturalnya yaitu magis. Inilah 3 suku di Indonesia yang paling di segani di dunia.
1. Suku Baduy
Suku ini terletak di pulau Jawa, yaitu di lebak Banten. Suku ini menolak akan adanya hal berbau inovasi teknologi ataupun peradaban modern, kecuali suku Baduy luar. Suku Baduy dalam lah yang menolak hal tersebut.
Suku baduy juga dikenal memiliki ilmu magis yang bikin mereka disegani. Mereka mahir dalam kemampuan meramal hingga guna-guna yang pasti bakal membuat siapapun jadi ngeri.
2.  Suku Asmat
Suku asmat yang berdiam di wilayah Papua ini juga termasuk suku di bumi Nusantara yang ditakuti karena dianggap “angker”. Suku yang sangat menghormati roh leluhur nenek moyangnya itu menganggap dirinya berasal dari alam gaib yang terletak di tempat matahari terbenam.
Suku ini memiliki magis yang sangat luar biasa, konon mereka dapat menemukan barang hilang dan mendatangkan hujan serta petir dan angin kencang.
3. Suku Kajang
Suku ini berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Bulukamba. Daerah tersebut dijuluki Tana Toa yang artinya tanah yang tertua, di mana masyarakatnya meyakini bahwa daerah tersebut ialah daerah tertua dan pertama kali diciptakan oleh Tuhan bumi.
Suku kajang dikenal memiliki ilmu hitam bernama doti kajang. Ilmu tersebut konon bisa merenggut nyawa orang yang menjadi korbannya. Orang suku kajang juga disebut-sebut punya ilmu kebal dan bisa melembekkan kepala orang seperti permen karet.
Pantas saja 3 suku ini paling disegani, kekuatan magisnya sangat luar biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramalan-Ramalan Masa Depan yang Menjadi Kenyataan

Ada banyak nama untuk terkaan tentang masa depan seseorang, suatu negara atau sesuatu. Sebut aja nubuat, ramalan, prediksi atau wahyu sekali pun. Namun bedanya di sini, wahyu lebih bersifat surgawi atau pengetahuan yang datang dari Tuhan. Sementara ramalan, lebih bersifat manusiawi, karena bisa dibuat berdasarkan analisis, pengetahuan akal budi dan prediksi sebab-akibat. Atau ada juga yang memakai bantuan dari roh dunia. Ramalan tentang masa depan manusia dan dunia biasanya dilakukan oleh mereka yang disebut paranormal. Akan tetapi, sejarah mencatat ada juga kalangan non-paranormal yang ucapannya menjadi kenyataan. Entah ini kebetulan atau mereka benar-benar bisa melihat masa depan. Berikut ini lima ramalan masa depan dari orang biasa yang jadi kenyataan, seperti dilansir dari Wonder Lists, Senin (27/3/2017). 

Suka yang Pedes Pedes? Ini Dia 7 Makanan Pedas 2017 yang Paling Fenomenal!

          Suka kuliner berbumbu pedas dan tingkat toleransi yang tinggi terhadap rasa pedas sepertinya sudah menjadi identitas para warga Indonesia. Dengan banyaknya menu yang terbuat dari cabai atau diolah dengan berbagai jenis cabai pedas, kamu dapat mencari tahu seberapa kuatnya dirimu menahan rasa pedas. Belakangan ini, banyak sekali rumah makan serta warung makan yang menyajikan menu dengan rasa pedas yang bertingkat. Mulai dari rasa pedas yang biasa saja sampai hidangan yang menggunakan 100 buah cabai rawit! Apakah kamu siap untuk menantang diri sendiri dan juga orang terdekat? Yuk, simak 7 tempat makan yang menyajikan kuliner pedas paling fenomenal ini! 1. Seblak Jeletet Murni           Makanan pedas berkuah asal Jawa Barat ini juga terkenal hingga ke Jakarta. Seblak Jeletet Murni yang ada di Pademangan ini banyak diantre pecinta pedas. Seblak dengan aneka isian ini semakin enak di padu dengan kuah pedas. Ada level ...

Peminggiran dan Penggerusan Identitas Masyarakat Suku Tengger

Desantara Tengger, yang penduduknya dulu dikenal sebagai petani tradisional yang tangguh, yang ramah dan suka memuliakan tamu-tamu mereka, yang tidak mengenal kasta, ini telah sejak lama menjadi medan persaingan (kontestasi) yang kompleks antarberbagai kelompok dan kepentingan dalam bidang ekonomi dan agama—yang berpengaruh besar terhadap perubahan sosial-budaya masyarakat Suku Tengger. Awalnya adalah pembukaan wilayah Tengger pada akhir abad ke-17 sebagai sentra perkebunan yang luas, terutama di lereng bawah, oleh VOC Belanda. Cengkeh, kopi, kakao, tumbuh subur di sana, dan mendorong perpindahan penduduk dari luar Tengger. Robert Hefner, antropolog dari Boston University, penulis Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik, mencatat, mula-mula banyak warga Madura dan orang-orang Jawa bagian barat pindah mendiami wilayah Pegunungan Tengger di lereng bawah. Seiring makin derasnya arus migrasi, warga di lereng bawah yang rata-rata beragama Islam pun beranjak mendominasi da...